Menaklukan Lupus
Seperti halnya ketika kita sedang berpacaran dengan seseorang, tentu butuh waktu tidak sebentar untuk mengenalnya luar-dalam. Apa, siapa dan bagaimana kepribadiannya? Begitu juga dengan Lupus - ketika Anda harus "berpacaran" dengan Lupus - Anda harus tahu dari A sampai Z mengenai si Lupus ini.
Hati-hati loh, ternyata si Lupus ini juga bisa "marah"! Kalau Lupus marah,dia akan menyerang organ yang ada dalam tubuh kita dan si pasien akan mengalami kekambuhan . Tapi kita juga bisa "meredam" kemarahan Lupus hingga mau berdamai dengan kita dengan cara hidup sehat ,berfikir positif, tertib dengan sgala aturan pengobatan yang sedang kita jalani. Karena itu harus ada saling pengertian antara si pasien dan Lupus sehingga tidak membuat Lupus ngambek dan marah yang nantinya akan membuat repot kita.
Namun untuk mencapai sikap saling pengertian ini tidaklah mudah. Tetapi sesuatu yang terasa berat, bukan mustahil untuk kita lakukan. Ingatlah bahwa, "Sesungguhnya di dalam kesulitan selalu ada kemudahan". Untuk mencapai jalan kemudahan itu "kunci"nya ada pada diri kita sendiri.
Semua ini tergantung pada diri kita - mau atau tidak menerima "kehadiran Lupus menjadi bagian dari hidup kita? Jika diri kita terus-menerus "menolak" kehadirannya, bisa ditebak …. Akan terjadi perang antara diri Anda dengan Lupus. Akibatnya, Lupus akan menyerang bagian tubuh kesana-kemari melampiaskan kemarahannya pada kita. Kalau sudah begitu siapa yang rugi? Tentu diri kita yang rugi, bukan? Jadi buat apa kita melawannya? Lebih baik mengenali apa dan bagaimana penyakit Lupus ini agar ia tidak nyerang tubuh kita. Kita rangkul si Lupus, dia sebagai kekasih hidup kita, tapi sekaligus musuh yang harus kita lawan.
Namun untuk mencapai sikap saling pengertian ini tidaklah mudah. Tetapi sesuatu yang terasa berat, bukan mustahil untuk kita lakukan. Ingatlah bahwa, "Sesungguhnya di dalam kesulitan selalu ada kemudahan". Untuk mencapai jalan kemudahan itu "kunci"nya ada pada diri kita sendiri.
Semua ini tergantung pada diri kita - mau atau tidak menerima "kehadiran Lupus menjadi bagian dari hidup kita? Jika diri kita terus-menerus "menolak" kehadirannya, bisa ditebak …. Akan terjadi perang antara diri Anda dengan Lupus. Akibatnya, Lupus akan menyerang bagian tubuh kesana-kemari melampiaskan kemarahannya pada kita. Kalau sudah begitu siapa yang rugi? Tentu diri kita yang rugi, bukan? Jadi buat apa kita melawannya? Lebih baik mengenali apa dan bagaimana penyakit Lupus ini agar ia tidak nyerang tubuh kita. Kita rangkul si Lupus, dia sebagai kekasih hidup kita, tapi sekaligus musuh yang harus kita lawan.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|







